Salah satu gerakan utama dalam arsitektur, seni, dan desain abad ke-20, Bauhaus awalnya didirikan sebagai sekolah di Weimar oleh Walter Gropius pada tahun 1919. Gerakan ini menganjurkan agar setiap objek, mulai dari bangunan hingga peralatan sehari-hari, menyeimbangkan bentuk dan fungsi sekaligus beradaptasi dengan produksi industri. Misinya adalah untuk menjembatani kesenjangan antara seni rupa dan seni terapan, menciptakan karya seni yang utuh (Gesamtkunstwerk), dan menyatukan seniman dan pengrajin dalam komunitas baru tanpa hambatan sosial.
Kini, warisan Bauhaus terus memengaruhi estetika modern. Dikenal sejak awal karena menerapkan keahlian Italia tertinggi dalam seni, Bayria Eyewear mencerminkan warna, bentuk, dan visi gerakan tersebut dari karya-karya Kandinsky, Klee, Van der Rohe, dan Breuer dalam koleksi kacamata terbarunya.
Dalam koleksi terbarunya, Bayria Eyewear secara inovatif menafsirkan ulang penggunaan warna dan bentuk melalui kombinasi warna dan pola dekoratif yang dipadukan dengan material asetat. Asetat dicetak dengan bagian depan bergerigi dan efek transparan yang memperlihatkan inti logam kacamata.
Ravennas– Bingkai ini mencerminkan eksplorasi visual Kandinsky, mengubah aksesori sehari-hari menjadi sebuah pernyataan estetika. Model berukuran besar ini menampilkan sudut-sudut yang tegas dan tegas serta desain yang menyelimuti, yang semakin dipertegas oleh batang hidung yang halus dan tipis, menyeimbangkan ketegasan lensa dan gagangnya. Lapisan asetat berbintik-bintik melapisi nuansa warna-warni pada alas transparan, menciptakan efek visual yang dinamis dan unik.
Ravennas
Stabiae– bingkai heksagonal dengan bagian depan bergerigi yang dicapai melalui pola gelombang pada asetat, yang menjadi transparan di bagian pelipis untuk memperlihatkan inti logam.
Stabiae
Bingkai baru ini benar-benar mencerminkan eksplorasi visual Kandinsky, mengubah aksesori sehari-hari menjadi pernyataan estetika, menciptakan bahasa visual yang menyentuh jiwa. Model berukuran besar ini menampilkan sudut-sudut yang tegas dan tegas serta desain yang menyelimuti, semakin ringan berkat jembatan hidung yang halus dan tipis, menyeimbangkan ketegasan lensa dan gagangnya. Lapisan asetat berbintik-bintik melapisi nuansa biru, cokelat, dan kuning pada alas transparan, menciptakan efek visual yang dinamis dan unik. Kombinasi warna ini membangkitkan kesan gerak dan fluiditas, mengingatkan pada seni abstrak.
Varisium– model berbentuk tetesan air mata dengan sudut sedikit membulat dan bagian depan berpola gelombang yang memberikan kesan gerakan konstan pada bingkai. Bayria Eyewear menampilkan bentuk-bentuk geometris linear yang dianimasikan oleh tekstur ringan dan detail unik seperti jembatan ganda emas linear ramping yang membentang di bagian atas bingkai. Pelipisnya memperlihatkan inti logam, yang semakin mempercantik estetika kacamata ini.
Varisium
Pola gelombang dalam asetat merupakan tema pemersatu untuk koleksi tersebut, yang juga mencakup model estetika unik seperti bingkai heksagonal dengan bagian depan bergerigi dan bentuk bulat tidak beraturan, lensa bergelombang segi delapan, dan gagang berbentuk biola, yang mengingatkan pada kreativitas Breuer dan kemampuannya untuk mengubah bahan-bahan industri menjadi objek desain yang elegan dan praktis yang diperkaya dengan detail yang unik.
Tiga Tahi Lalat– model bulat tidak beraturan yang unik dengan lensa bergelombang segi delapan dan gagang berbentuk biola, mengingatkan pada kreativitas Breuer dan kemampuannya untuk mengubah bahan industri menjadi objek desain yang elegan dan praktis yang diperkaya dengan detail yang unik.
Tiga Tahi Lalat
Sebagai penghormatan kepada visi bak mimpi dan kreativitas tak tertandingi para seniman modernis, koleksi Bayria Bauhaus menunjukkan bagaimana seni dan desain dapat memengaruhi mode masa kini dengan cara yang mengejutkan.
CossyraKacamata bergaya diva dengan gaya tahun enam puluhan berbahan asetat putih optik, diterangi oleh gagang tiga warna. Kacamata ini mencerminkan eksplorasi visual Kandinsky, mengubah aksesori sehari-hari menjadi pernyataan estetika.
Cossyra
Tentang Bayria Eyewear
Bayria Eyewear adalah merek yang lahir pada tahun 2018. Konsepnya sebenarnya merupakan penghormatan kepada kota Bari, yang berasal dari nama kuno ibu kota Apulia, "Bayria". Bayria menghadirkan perpaduan unik antara gaya avant-garde dan tradisi ibu kota Apulia serta Italia selatan, tempat perpaduan antara yang lama dan yang baru, ke dalam dunia kacamata. Bayria Eyewear lahir dari keinginan untuk menciptakan produk orisinal dan indah berdasarkan riset desain, namun tetap berkualitas dan fungsional. Pendirinya, Attilio Daniele, telah berkecimpung di dunia kacamata selama 40 tahun. Latar belakang ini memungkinkannya untuk mempelajari kacamata secara mendalam, mengamati strategi perusahaan multinasional dan industri. Oleh karena itu, merek ini berupaya menghasilkan lini produk yang langsung khas, namun tetap nyaman dipakai. Bagi Bayria Eyewear, desain dan mode adalah dunia yang dapat dimanfaatkan untuk menatap masa depan, sekaligus memenuhi persyaratan keanggunan dan kualitas. Selain gaya dan inovasi, misi Bayria Eyewear adalah pembangunan berkelanjutan: penghormatan terhadap tanah, lingkungan, dan, yang terpenting, warisan manusia. Bayria Eyewear berkomitmen terhadap lingkungan: selulosa asetat yang digunakan 80% terbuat dari bahan murni, diproduksi dengan lebih sedikit pelarut, dan dirancang agar tahan lama. Bingkai kacamata dibuat di laboratorium di Italia untuk memastikan pekerjaan yang etis dan penghormatan terhadap lingkungan.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang tren mode kacamata dan konsultasi industri, silakan kunjungi situs web kami dan hubungi kami kapan saja.
Waktu posting: 11-Okt-2024